Resume Guru Motivator Literasi Digital Angkatan 1 Grup 2 (GMLD2)
"Strategi Menangkal Hoaks"
Hari, tanggal, waktu : Rabu 10 November 2021 pukul 16.00-18.00 Wib
Narasumber : Heni Mulyati, M.Pd
Moderator : Muliadi
Pada sore hari ini kami belajar bersama tentang topik yang menarik yaitu "Strategi Menangkal Hoax" dengan narasumber Ibu Heni Mulyati, M.Pd Beliau pembicara handal , narasumber dalam berbagai forum seminar, Pelatihan, konferensi, dan Kursus. Lahir di Cilacap 11 januari 1982 ,menamatkan pendidikan S1 dan S2 di UNJ pada bidang bimbingan dan konseling dengan IPK 3,83 dan 3,7, Beliau tercatat sebagai Tim Penulis Buku Informatika untuk SMA kelas X, XI, dan XII penerbit Andi. Koordinator Tim Buku Panduan (Literasi Media: Kurikulum, Panduan Fasilitator, dan Panduan Materi Narasumber) bekerja sama denganInternews dan didukung USAID.
Jurnal ilmiah yang telah diterbitkan, antara lain:
Publikasi Jurnal Pelatihan Keterampilan Sosial untuk Mengatasi Kecemasan Sosial Pada Anak Menjelang Bebas di LPKA dalam Jurnal Edukasi (Jurnal Bimbingan dan Konseling) Vol. 6 Nomor 1 Januari 2020 dengan Nomor ISSN 2460-4917 (edisi cetak), dan (e-Journal) 2460-5794. tahun 2019
Publikasi jurnal: In SearchofIndonesiaan-Based Digital LiteracyCurriculumthrough TULAR NALAR.Penulis: S.I. Astuti, H. Mulyati, & G. LumaktoPresentedat The 3rd Socialand Humaniora ResearchSymposium 2020 (Sores 2020), Bandung, Indonesia, October 24. tahun 2020
Publikasi jurnal: Constructing TULAR NALAR: A Digital LiteracyCurriculumforSpecificThemes in Indonesia.Penulis: S.I. Astuti, H. Mulyati, & G. LumaktoPresentedatthe ICEMC 2021: RethinkingCommunicationand Media Studies in theDisruptive Era, June 1st. tahun 2021.
"Strategi Penangkal Hoaks" dapat kita terapkan sepertii :
Ada tiga hal yang dibahas pada sesi kali ini.
Pembahasan ke-1. Perkembangan era digital dan banjir informasi
misalnya :
ya :
Perkembangan Era Digital
Pembuat,penyebar dan pengguna
Ada beberapa situasi yang perlu kita sadari terkait dengan banjirnya informasi ini. Yaitu:
1. Era Post Truth
2. Matinya kepakaran
3. Filter bubble dan echo chamber
Selain kemudahan yang diberikan oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, ada sisi lain yang perlu jadi perhatian bersama, yaitu peredaran hoaks di masyarakat. Mafindo sendiri melakukan pemeriksaan fakta berdasarkan laporan yang masuk.
Terdapat 2.298 hoaks selama tahun 2020. Dilihat dari temanya, politik dan kesehatan menduduki peringkat dua terbesar dibanding tema-tema lainnya. (sumber: Litbang Mafindo).
Dilihat dari saluran peredarannya, FB, WA, dan Twitter menjadi tempat dimana hoaks banyak beredar. Itulah mengapa penting bagi kita untuk dapat membedakan mana hoaks atau bukan dengan memiliki kemampuan periksa fakta yang cukup.
Era post truth ditandai dengan ketika suatu fakta diberikan, seseorang cenderung tidak menerimanya. Hal ini lebih dikarenakan emosi yang dominan dan keyakinan pribadi.Misal, kita sudah percaya dengan si A. Ketika si B memberitahu bahwa ada fakta lain tentang A, kita akan menyangkalnya. Kita sudah yakin si A pasti benar dengan apa pun yang disampaikan.
Banyak orang, terutama dimasa pandemi ini, memberikan gagasan yang salah misalnya bukan ahli di bidang pendidikan tapi memberikan pendangan tentang pendidikan, merasa paling tahu dibidang pendidikan.
Pembahasan ke- 2. Hoaks, motif, jenis, ciri, dan dampaknya.
Kata Hoaks sudah digunakan abad ke-17. Asal kata ‘hocus’. Hocus pocus, mirip dengan sim salabim.
Hoaks adalah infomasi yang sesungguhnya tidak benar, tapi dibuat seolah-olah benar.
Mengapa ada yang percaya hoaks? ini alasannya :
1. Kemampuan literasi digital dan berpikir kritis yang belum merata.
2. Polarisasi masyarakat.
3. Belum cakap memilah informasi dan minimnya kemampuan periksa fakta.
Alasan seseorang menyebarkan hoaks seperti :
Motif ekonomi.
Ada orang-orang yang membuat situs tertentu yang isinya provokatif.
Ketika orang mengunjungi situs tersebut, maka akan mendapatkan keuntungan ekonomi (click bait).
Pembuat dapat uang, kita dapat perpecahan, debat, dan sebagainya.
Ada banyak motif lain yang perlu kita waspada bersama.
Ada tujuh misinformasi dan disinformasi yang dapat disimak pada tautan di bawah ini.
Misinformasi: informasi salah, penyebarnya tidak tahu kalau itu salah. Umumnya tidak disengaja.Disinformasi ada unsur kesengajaan.Simak tautan di bawah ini, sumber dari Youtube Mafindo: https://www.youtube.com/watch?v=ojCpsFhmSS0
Berikut contoh hoaks yang mungkin pernah kita dapat dari orang2 yang tidak bertanggungjawab. Ada yang namanya satire atau parodi, konten palsu, koneksi yang salah.
Contoh berikutnya
konten yang menyesatkan,
konten yang salah,
konten tiruan,
konten yang dimanipulasi.
Ciri-ciri informasi hoaks seperti :
Sumber informasi tidak jelas,
biasanya bangkitkan emosi,
kelihatan ilmiah namun salah,
isinya sembunyikan fakta,
minta diviralkan.
Mafindo rekomendasikan untuk sumber informasi gunakan rujukan media kredibel atau anggota Dewan Pers. Atau sumber dari lembaga resmi terkait.
Dampaknya info hoaks seperti :
Akan timbul perpecahan dan saling curiga antara kita.
Selain itu muncul kebingungan bagaimana membedakan mana yang hoaks dan bukan.
Dapat pula membuat meninggal seorang karena terlalu percaya dengan informasi yang didapat.
Karena percaya hoaks akhirnya terlambat penanganan medis.
Pembahasan ke-3 : Tips periksa fakta singkat
Silakan sahabat untuk menonton video ini . Ini produksi Tular Nalar dari situs http://www.tularnalar.id/
Bisa juga ke youtubenya Mafindo agar tahu hoaks terkini apa saja.
Ada tiga hal yang perlu dicek fakta seperti :
narasi.
foto.
video.
Kalau bapak ibu mau ikutan sesi pelatihan ini, ikuti Kelas Kebal Hoaks (KKH) Mafindo bekerja sama dengan Kominfo dan Siberkeasi.
Gratis dan mendapat sertifikat. Pelatihan ini lebih detail teknis melakukan periksa fakta. Banyak praktik dan latihan. Silakan menghubungi kontak di layar. Ikuti juga IG @Siberkreasi atau @Turnbackhoaxid.
Kita harus bijak menggunakan media digital.
Apa yang kita unggah akan meninggalkan jejak digital.
Periksa faktanya dulu sebelum disebarkan.
Kesimpulan :
Apabilamendapat info harus diteliti lebih bijak.
Biasanya info hoaks bisa berupa kata-kata,photo, video, berhadiah ada link untuk join
Kita harus diteliti kebenaran info tersebut.
berhati-hati bila ada telepon masuk yang belum kita save namanya. Bisa saja dia seorang penipu.
Waspada dan hati-hati dengan berliterasi digital agar kita terhindar dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
Komentar
Posting Komentar